JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah menilai optimalisasi penerapan coretax system dan pengawasan pajak merupakan langkah penting untuk mendongkrak rasio perpajakan (tax ratio).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pemerintah dari tahun ke tahun masih memiliki tugas besar untuk meningkatkan tax ratio Indonesia. Tax ratio tercatat hanya 9,31% dari PDB pada 2025, turun signifikan bila dibandingkan tax ratio 2024 sebesar 10,08% PDB.
"Memang PR masih ada, tax ratio kita relatif rendah dibandingkan peer country dan target presiden kita harus naik ke 14% atau bahkan 17%. Salah satu caranya, bagaimana implementasi coretax harus diawasi," ujarnya dalam Indonesia Economic Forum 2026, dikutip pada Kamis (5/3/2026).
Airlangga berpandangan coretax sebagai sistem administrasi perpajakan digital bisa menjadi alat untuk mengawasi wajib pajak, terutama para pengusaha kena pajak (PKP). Dia ingin para PKP patuh pajak dan tidak menyalahgunakan atau menyelewengkan faktur pajak.
Jika penerapan coretax dan pengawasan terhadap wajib pajak PKP berjalan optimal, dia menilai negara bisa ketambahan penerimaan pajak, terutama yang bersumber dari pajak pertambahan nilai (PPN).
"Kalau coretax jalan, dari PPN saja mungkin kita bisa dapat tambahan 2%-3%. Dengan sistem digital yang berjalan, ini yang sedang dikerjakan, faktur pajak itu menjadi hal yang terus kita monitor. Itu bisa mengurangi kebocoran [penerimaan], jadi ini PR," tuturnya.
Airlangga menjelaskan Indonesia masih dalam masa transisi menggunakan coretax. Menurutnya, dampak penerapan coretax terhadap peningkatan tax ratio tidak bisa instan dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Bila dibandingkan dengan China, dia pun mengeklaim negara tirai bambu itu butuh waktu yang cukup panjang untuk bisa mendongkrak tax ratio, sejak negaranya memodernisasi sistem administrasi pajaknya.
"China saat dia melaksanakan semacam coretax, itu mulainya sama seperti Indonesia dengan tax ratio to GDP sekitar 10%. Saat implementasi sistem digital 8 tahun, baru [tax ratio] naik ke angka 16%-17%. Jadi kita optimistis dengan perbaikan penerimaan sehingga perekonomian bisa lebih solid," tutup Airlangga. (dik)
