KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen, Airlangga Beberkan Cara-Caranya

Aurora K. M. Simanjuntak
Jumat, 13 Februari 2026 | 16.30 WIB
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen, Airlangga Beberkan Cara-Caranya
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam&nbsp;acara&nbsp;<em>Indonesia Economic Outlook 2026</em>, Jumat (13/2/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini ekonomi pada tahun ini bisa tumbuh hingga 5,6% atau di atas target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam APBN sebesar 5,4%.

Untuk mewujudkan target tersebut, lanjut Airlangga, pemerintah berupaya mendorong kinerja dari 4 sektor prioritas, yaitu pertanian, manufaktur, digital, dan energi. Menurutnya, keempat sektor ini akan menjadi sumber penggerak ekonomi tahun 2026.

"Pertumbuhan ekonomi ditargetkan tahun 2026 sebesar 5,4% dengan potensi hingga 5,6%," ujarnya dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).

Airlangga mengungkapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tahun ini juga didorong oleh berbagai faktor lainnya. Salah satunya, implementasi program prioritas pemerintah yang dapat menciptakan multiplier effect.

Dia menyebut sedikitnya ada 3 program pemerintah yang akan digencarkan tahun ini, seperti program makan bergizi gratis (MBG), koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP/KKMP), serta program pembangunan 3 juta rumah.

"Ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan yang mampu menyerap tenaga kerja, mengakselerasi produktivitas, dan jadi penggerak utama pendukung pembiayaan yang non-APBN, di antaranya melalui Danantara," tuturnya.

Airlangga menambahkan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai angka 8% dalam 5 tahun mendatang. Melihat target yang tinggi, reformasi struktural atau perubahan besar dan mendasar dalam perekonomian untuk jangka menengah panjang menjadi penting.

Salah satu langkah untuk melakukan perubahan antara lain menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi secara berbarengan. Mesin ekonomi yang dimaksud antara lain kebijakan memadai dan percepatan belanja pemerintah guna menjaga permintaan, serta perbaikan iklim usaha untuk mendorong ekspansi dunia usaha.

"Tentu mesin produksi, baik belanja pemerintah maupun investasi pelaku usaha, dan Danantara, ini menjadi engine yang harus bergerak harmonis. Lalu, ada kebijakan yang terprediksi, dan sistem keuangan baik bank maupun pasar finansial yang lebih dalam," ujar Airlangga. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.