KEBIJAKAN PEMERINTAH

Perkuat Daya Saing Industri dan Ekonomi, Pemerintah Tempuh 3 Upaya Ini

Aurora K. M. Simanjuntak
Jumat, 13 Februari 2026 | 08.00 WIB
Perkuat Daya Saing Industri dan Ekonomi, Pemerintah Tempuh 3 Upaya Ini
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah berupaya memperkuat daya saing industri dalam negeri melalui hilirisasi, perlindungan pasar domestik, serta percepatan transformasi menuju industri rendah karbon.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan hilirisasi membuat Indonesia tidak hanya menjual bahan mentah ke satu negara atau satu pasar saja. Dia meyakini hilirisasi yang dilakukan secara konsisten akan mendorong peningkatan nilai ekspor.

"Hilirisasi yang dijalankan secara konsisten telah membuahkan hasil nyata. Kita tidak lagi bergantung pada satu pasar," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Jumat (13/2/2026).

Airlangga mencontohkan hilirisasi yang dilakukan industri baja telah menunjukkan kinerja yang makin kuat. Dia meyakini sektor baja bakal turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih, baja Indonesia juga memiliki kualitas dengan standar global.

Misal, komoditas feronikel menjadi salah satu unggulan dengan nilai ekspor mencapai US$14,94 miliar pada Januari–November 2025. Adapun Australia menjadi tujuan utama untuk produk barang dari besi dan baja, disusul Singapura dan Inggris.

Sementara itu, Airlangga mengatakan pemerintah juga memperkuat instrumen perlindungan industri melalui Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) pada sejumlah produk baja. Hal ini dilakukan untuk menghadapi praktik perdagangan yang tidak adil,

Selain itu, pemerintah melakukan pengetatan lartas dan pengawasan impor melalui mekanisme kewajiban Persetujuan Impor (PI) dan Laporan Surveyor (LS) untuk 440 pos tarif besi baja.

Kemudian, pemerintah memberlakukan 23 Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk menjaga kualitas produk yang beredar di pasar domestik.

Memasuki 2026, lanjut Airlangga, isu dekarbonisasi dan implementasi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) juga menjadi perhatian internasional.

Sejalan dengan itu, pemerintah mendorong transformasi menuju Green Steel melalui adopsi teknologi rendah karbon seperti Electric Arc Furnace (EAF) yang mampu mereduksi emisi hingga 85%

"Ini untuk memastikan daya saing baja Indonesia di pasar global yang semakin menuntut standar keberlanjutan," ujar Airlangga. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.