PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Digitalisasi Pembayaran PKB dan BBNKB, Pemprov Luncurkan Aplikasi Baru

Aurora K. M. Simanjuntak
Senin, 16 Maret 2026 | 15.30 WIB
Digitalisasi Pembayaran PKB dan BBNKB, Pemprov Luncurkan Aplikasi Baru
<p>Ilustrasi.&nbsp;Petugas memeriksa nomor rangka kendaraan wajib pajak di Kantor Samsat Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (9/8/2022). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc.</p>

PALANGKA RAYA, DDTCNews - Pemprov Kalimantan Tengah pemprov meluncurkan aplikasi layanan digital e-Pahari untuk memudahkan wajib pajak membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengatakan penerapan aplikasi e-Pahari menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan teknologi digital untuk pembayaran pajak daerah. Melalui aplikasi tersebut, pengelolaan pajak daerah juga akan lebih transparan.

"Saya menyambut baik e-Pahari sebagai langkah konkret memudahkan masyarakat membayar pajak dan bea balik nama kendaraan melalui kanal digital, jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor Samsat dan repot mengantre," ujarnya, dikutip pada Senin (16/3/2026).

Edy menyoroti kinerja penerimaan PKB yang belum maksimal. Hal itu tecermin dari jumlah kendaraan bermotor di Kalimantang Tengah mencapai sekitar 1,9 juta unit pada 2025, tetapi baru sekitar 600.000 unit kendaraan atau 31,5% yang membayar PKB ke kas daerah.

Dengan adanya inovasi digital seperti e-Pahari, dia berharap masyarakat semakin mudah untuk mengakses pembayaran pajak sehingga kepatuhannya meningkat. Kendati demikian, dia menerangkan masyarakat masih bisa menggunakan saluran lain untuk membayar PKB.

Contoh, pembayaran PKB dapat dilakukan secara manual dengan mendatangi kantor Samsat, Mal Pelayanan Publik (MPP), dan Samsat keliling. Kemudian, masyarakat juga bisa menggunakan aplikasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL) yang berlaku secara nasional.

Selain e-Pahari, ada juga menggunakan mesin electronic data capture (EDC) dari Bank Kalteng untuk melayani pembayaran PKB secara nontunai.

Dia mengapresiasi Bank Kalteng yang mendukung program digitalisasi transaksi keuangan melalui penyediaan mesin EDC. Menurutnya, sarana pembayaran nontunai kini lebih variatif bagi masyarakat sehingga mereka akan makin termotivasi untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.

"Ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, jadi diharapkan pendapatan asli daerah [PAD] dari sektor pajak, terutama kendaraan bermotor di Kalimantan Tengah akan semakin meningkat," tutur Edy, dilansir beritakalteng.com. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.