KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Deal dengan Trump, RI Bersedia Impor Pakaian Bekas Cacahan

Muhamad Wildan
Sabtu, 21 Februari 2026 | 09.30 WIB
Deal dengan Trump, RI Bersedia Impor Pakaian Bekas Cacahan
<p>Ilustrasi. Truk memuat kontainer melintas di lapangan penumpukan kontainer (container yard) di PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/2/2025). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.</p>

WASHINGTON D.C., DDTCNews - Indonesia berkomitmen untuk membuka keran impor shredded worn clothing atau pakaian bekas yang sudah dicacah dari Amerika Serikat (AS).

Kesediaan Indonesia untuk mengimpor shredded worn clothing termuat dalam agreement on reciprocal trade yang telah disepakati antara Indonesia dan AS.

"Indonesia akan mengizinkan impor shredded worn clothing dari AS demi mendorong perdagangan dan ekonomi sirkular dalam industri pakaian daur ulang AS," bunyi Annex III dari agreement on reciprocal trade, dikutip pada Sabtu (21/2/2026).

Sebelum penandatanganan agreement on reciprocal trade oleh Indonesia dan AS, telah ditandatangani MoU mengenai shredded worn clothing oleh Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), PT Pan Brothers Tbk dari Indonesia, dan Ravel Holding Inc dari AS.

Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, shredded worn clothing akan diimpor oleh PT Pan Brothers Tbk untuk diolah kembali menjadi produk jadi. "Jadi manufacturing adalah memproses baik berbasis cotton ataupun polyester recycle. Tidak ada bicara thrifting," ujar Airlangga.

Merujuk pada keterangan resmi yang dirilis oleh PT Pan Brothers Tbk, shredded worn clothing akan diimpor dari AS untuk diproses lebih lanjut menjadi serat daur ulang atau recycled fiber.

Sebagai informasi, ide untuk mencacah pakaian bekas yang diimpor secara ilegal guna diolah kembali oleh industri tekstil sudah sempat diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada tahun lalu.

"Jadi kita [sudah] ngomong sama AGTI, ini juga atas arahan presiden, tanya itu mesti dimanfaatkan jangan dibakar begitu saja. Kita pikir-pikir boleh [atau] enggak dicacah? Boleh, katanya. Jadi kita ketemu dengan AGTI menawarkan bisa [atau] enggak mereka mencacah ulang balpres itu," ucapnya.

Purbaya mengatakan metode daur ulang akan lebih menguntungkan pemerintah ketimbang harus memusnahkan pakaian bekas yang diimpor secara ilegal. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.