ADMINISTRASI KEPABEANAN

DJBC Sediakan ‘Paspor Barang’ untuk Event Dunia, Tak Perlu Bayar Pajak

Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 19 Februari 2026 | 20.30 WIB
DJBC Sediakan ‘Paspor Barang’ untuk Event Dunia, Tak Perlu Bayar Pajak
<p>Ilustrasi.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menyediakan instrumen kepabeanan berupa ATA Carnet guna mendukung mobilitas logistik barang untuk kegiatan berskala global, seperti konser musik.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo mengatakan fasilitas ATA Carnet biasanya dimanfaatkan untuk mendukung berbagai agenda internasional. Contoh, pameran, produksi film, arsitektur, olahraga, seni pertunjukan, penelitian, hingga tur grup musik mancanegara.

"Dengan mekanisme ATA Carnet, pelaku kegiatan tidak perlu membayar bea masuk dan pajak impor sebagaimana prosedur impor biasa, sepanjang seluruh ketentuan dipenuhi dan barang benar-benar diekspor kembali," katanya, dikutip pada Kamis (19/2/2026).

Budi menerangkan ATA Carnet berfungsi sebagai paspor barang, yakni dokumen yang memberikan jaminan bahwa barang yang masuk ke suatu negara hanya akan berada dalam jangka waktu terbatas. Lalu, barang tersebut akan dikeluarkan kembali setelah kegiatan selesai.

Dia mencontohkan ketika ada konser penyanyi atau band internasional seperti Dream Theater: 40th Anniversary Tour 2026 yang baru saja digelar, dokumen ATA Carnet dapat digunakan untuk memasukkan ratusan instrumen musik, sistem tata suara, tata cahaya, hingga perlengkapan panggung lainnya ke Indonesia.

Namun, peralatan tersebut hanya berada untuk sementara, dan tidak untuk diperjualbelikan. "Fasilitas ATA Carnet mempermudah pemasukan dan pengeluaran peralatan konser sehingga proses kepabeanan menjadi lebih efisien," tuturnya.

Budi menuturkan dokumen ATA Carnet telah diakui secara global, dan bertujuan mempermudah verifikasi karena daftar barang yang akan masuk ke Indonesia sudah tercantum secara terperinci. Saat ini, fasilitas ATA Carnet telah diterima di 78 negara di seluruh dunia.

Kendati demikian, dia menegaskan petugas DJBC akan memastikan barang yang masuk sesuai dengan dokumen, tidak dialihkan peruntukannya, serta benar-benar diekspor lagi setelah kegiatan berakhir.

"Kelancaran event internasional, termasuk konser dapat mendukung sektor kreatif dan pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisata. Fasilitas seperti ATA Carnet adalah bagian dari upaya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi kegiatan tersebut," ujar Budi. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.