KEBIJAKAN PAJAK

Pengusaha Minta Pemerintah Dahulukan Tax Quality, Bukan Tax Ratio

Muhamad Wildan
Rabu, 11 Februari 2026 | 19.45 WIB
Pengusaha Minta Pemerintah Dahulukan Tax Quality, Bukan Tax Ratio
<p>Founder &amp; Chairman Affiliation Global Retail Association (AGRA) Roy Mandey&nbsp;dalam diskusi The Forum bertajuk&nbsp;<em>Reformasi Pajak: Mencari Formulasi Jitu untuk Mendorong Geliat Ekonomi</em>&nbsp;yang diselenggarakan oleh B-Universe, Rabu (11/2/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Founder & Chairman Affiliation Global Retail Association (AGRA) Roy Mandey menyarankan pemerintah untuk fokus meningkatkan tax quality, ketimbang rasio perpajakan (tax ratio).

Menurut Roy, tax ratio Indonesia yang hanya 9,31% pada 2025 memang tidak ideal. Meski begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa perlu berpikir matang-matang sebelum berupaya untuk mengejar tax ratio menjadi 11-12% dari PDB pada tahun ini.

"Pak Purbaya minta 11-12%. Memang normatifnya menurut IMF sampai 15%. Tapi kan bukan kejar-kejaran di situnya yang harus digarisbawahi. Kalau hanya kejar yang sudah jalan sekarang ini, mau dikejar berapa? Wong tahun lalu saja tidak mencapai target," katanya, Rabu (11/2/2026).

Pada tahun lalu, realisasi penerimaan pajak hanya mencapai Rp1.917,6 triliun, atau 87,6% dari target penerimaan pajak senilai Rp2.189,3 triliun. Dengan realisasi tersebut, shortfall penerimaan pajak pada 2025 mencapai Rp271,7 triliun.

Roy menilai pemerintah perlu meningkatkan penerimaan pajak dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian pada sektor riil.

"Memang ini harus arif, harus bijak. Kalau itu-itu saja yang digenjot karena lebih produktif. Itu kan membunuh productivity," ujarnya.

Roy pun mendorong pemerintah untuk mulai mengoptimalkan penerimaan pajak dari sektor-sektor yang selama ini belum terpantau secara optimal. Apabila terdapat pelaku usaha yang belum terdaftar, pemerintah perlu segera memberikan NPWP kepada pelaku usaha dimaksud.

"Jujur saja, belum semua masyarakat memiliki NPWP. Itu masih rahasia umum yang belum tercapai tentunya," tuturnya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.