MANILA, DDTCNews - Salam suasana peringatan Hari Buruh Internasional, Filipina menyiapkan skema insentif pajak untuk perusahaan yang berinvestasi pada kesehatan karyawan.
Senator Imee Marcos mengatakan insentif pajak perlu diberikan kepada perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Menurutnya, peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan juga bakal sejalan dengan perbaikan produktivitas tenaga kerja.
"Studi menunjukkan program kesehatan di tempat kerja dan dapat secara signifikan mengurangi risiko kesehatan, menurunkan angka absensi, meningkatkan keterlibatan karyawan, dan meningkatkan produktivitas," katanya, dikutip pada Minggu (3/5/2026).
Marcos mengusulkan insentif pajak untuk perusahaan yang berinvestasi pada kesehatan karyawan dalam RUU Kesehatan dan Kesejahteraan Pekerja.
Dalam RUU tersebut, diusulkan perusahaan yang menerapkan program kesejahteraan yang memenuhi syarat dapat memanfaatkan kredit pajak hingga PHP1.000 atau Rp282.680 per karyawan untuk perusahaan dengan kurang dari 200 karyawan. Sementara jika jumlah karyawannya melebihi 200 orang, kredit pajak yang bisa diklaim maksimal PHP500 atau Rp141.340 per karyawan.
Marcos menyebut pemberian insentif pajak bertujuan mendorong perusahaan agar mengadopsi program yang mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan emosional karyawan.
Dia menilai banyak perusahaan, terutama UMKM, menghadapi kendala keuangan sehingga membatasi kemampuan mereka untuk menerapkan program kesehatan yang komprehensif untuk karyawan.
RUU Kesehatan dan Kesejahteraan Pekerja turut menguraikan komponen-komponen utama program kesejahteraan karyawan, termasuk pemeriksaan kesehatan berkala, pendidikan kesehatan, program perubahan perilaku, dan kebijakan tempat kerja yang mendukung seperti pengaturan kerja fleksibel dan kesadaran soal kesehatan mental.
Selain program kesehatan, insentif pajak juga diusulkan untuk inisiatif peningkatan kualitas tempat kerja seperti perbaikan sistem ventilasi, penerapan teknologi hemat energi, dan integrasi sistem smart building. Pemberi kerja dapat memanfaatkan tambahan 30% biaya penyusutan yang dapat dikurangkan, dengan opsi penyusutan dipercepat untuk tujuan pajak.
Marcos mengatakan insentif pajak yang diusulkan bertujuan menciptakan tempat kerja yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas karyawan secara keseluruhan.
"Jika perusahaan dapat memanfaatkan insentif untuk mengurangi kewajiban pajak mereka, mereka akan didorong untuk memprioritaskan dan fokus pada kesejahteraan karyawan mereka," ujarnya dilansir pna.gov.ph. (dik)
