ISTANBUL, DDTCNews - Pemerintah Turki mengumumkan paket reformasi investasi besar-besaran, termasuk memperluas cakupan insentif pajak.
Menteri Keuangan Mehmet Simsek mengatakan kerangka investasi diarahkan untuk meningkatkan ekspor barang dan jasa, menarik modal ke dalam negeri, dan memposisikan Istanbul Financial Center sebagai pusat regional utama. Turki juga mendeklarasikan 2026 sebagai "tahun reformasi".
"Pembebasan pajak sebesar 50% yang sebelumnya diberikan pemerintah ketika peraturan Istanbul Financial Center disahkan pada 2009, kini telah diperluas menjadi 100%," katanya, dikutip pada Rabu (29/4/2026).
Kebijakan pertama yang ditempuh untuk menarik investasi adalah tax holiday atau pembebasan PPh badan sebesar 100% untuk sektor perdagangan transit bagi perusahaan yang berbasis di Istanbul Financial Center. Fasilitas ini diberikan selama 20 tahun.
Sementara bagi perusahaan yang beroperasi di luar Istanbul Financial Center yang ditentukan, akan menerima pembebasan pajak sebesar 95% untuk perdagangan transit.
Simsek menyebut pemerintah ingin membangun perdagangan yang kompetitif di Asia, selevel dengan Singapura, Hong Kong, dan Maladewa. Turki pun bakal memanfaatkan posisi strategisnya di sepanjang koridor tengah untuk menguasai jalur perdagangan utama.
Tak cuma sebagai pusat perdagangan, Turki juga sudah berperan sebagai pusat energi utama dan menjadi tuan rumah bagi pedagang komoditas global terkemuka, sehingga mendorong upaya penciptaan perusahaan serupa secara lokal.
Simsek kemudian menyebut kebijakan kedua diarahkan untuk meningkatkan ekspor barang melalui pemangkasan tarif PPh badan standar yang sebesar 25% untuk eksportir guna meningkatkan daya saing. Eksportir manufaktur kini akan menikmati tarif PPh badan sebesar 9%.
Kebijakan ini menargetkan investasi manufaktur asing mengingat tingkat nilai tambah manufaktur Turki terhadap produk domestik bruto relatif setara dengan negara-negara besar di Asia. Transformasi industri bertujuan meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur dari teknologi menengah-rendah ke produksi teknologi menengah dan tinggi.
Dilansir aa.com.tr, pemerintah juga memperluas pembebasan pajak untuk ekspor jasa menjadi 100% guna merebut pangsa pasar yang lebih besar. Kebijakan ini menargetkan layanan bernilai tinggi seperti software, permainan video, wisata medis, pendidikan, teknik, desain, dan arsitektur.
Di sisi lain, karyawan yang memenuhi syarat juga akan mendapat manfaat dari pembebasan PPh orang pribadi hingga hampir US$3.000 atau setara dengan 4 kali upah minimum. (dik)
