KEBIJAKAN EKONOMI

Antisipasi Risiko Global, APBN dan Kerja Sama Ekonomi Harus Diperkuat

Aurora K. M. Simanjuntak
Minggu, 19 April 2026 | 19.00 WIB
Antisipasi Risiko Global, APBN dan Kerja Sama Ekonomi Harus Diperkuat
<p>Ilustrasi.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memperkuat bauran kebijakan untuk mengantisipasi dampak buruk dari konflik geopolitik atau risiko global sehingga perekonomian dalam negeri tetap stabil.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah berupaya menjaga kinerja APBN tetap stabil dan sehat dengan memastikan penerimaan negara tetap kuat. Pemerintah pun melakukan efisiensi pengeluaran, serta refocusing anggaran ke sektor produktif.

"Ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz, perlu diantisipasi karena berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu kenaikan harga energi," ujarnya, dikutip pada Minggu (19/4/2026).

Sementara itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memperkuat sisi moneter. Kerja sama itu bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen, termasuk intervensi pasar dan penguatan kerja sama transaksi mata uang lokal.

Lebih lanjut, pemerintah ingin konsumsi dalam negeri tetap kuat meskipun ada konflik geopolitik. Salah satu cara untuk menjaga konsumsi, yaitu dengan mendorong daya beli masyarakat.

Sebagai langkah untuk memastikan masyarakat tetap mempunyai kemampuan, lanjut Airlangga, pemerintah mempercepat penyaluran berbagai stimulus fiskal, termasuk bantuan pangan dan program perlindungan sosial. Selain itu, memperkuat ketahanan energi melalui implementasi program biodiesel B50 dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meredam dampak gejolak global terhadap ekonomi domestik," katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga memperluas kerja sama internasional. Tujuannya ada dua, yakni memperkuat akses pasar bagi eksportir dan diversifikasi pasar ekspor.

Airlangga menyebut kerja perdagangan yang dijalin antara lain Indonesia–EU CEPA, Indonesia–Canada CEPA, serta kerja sama dengan kawasan Eurasia. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk memperluas jangkauan ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Pemerintah juga memperkuat kerja sama bilateral untuk mendukung ketahanan energi, industri, serta stabilitas ekonomi nasional. Contoh, Indonesia dan Rusia menyepakati kerja sama di bidang energi dengan memasok minyak mentah dan LPG melalui skema G2G dan B2B.

Di samping itu, kedua negara juga berencana mengembangkan kontrak jangka panjang, membangun infrastruktur penyimpanan, serta melakukan penjajakan kerja sama nuklir dan mineral.

Airlangga menambahkan Rusia juga berkomitmen mendukung kepentingan strategis Indonesia, termasuk soal aksesi ke BRICS dan konsultasi isu global. Secara keseluruhan, kerja sama ekonomi diperluas melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan pendalaman kerja sama moneter guna memperkuat ketahanan ekonomi kedua negara. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.