KEBIJAKAN PEMERINTAH

Jumlah Pemudik 2026 Alami Penurunan, Ini Kata Menteri Perhubungan

Muhamad Wildan
Jumat, 03 April 2026 | 14.30 WIB
Jumlah Pemudik 2026 Alami Penurunan, Ini Kata Menteri Perhubungan
<p>Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (ketiga kiri). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wpa.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah pemudik pada 13 Maret hingga 29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta orang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan jumlah pemudik tumbuh 2,53% dibandingkan dengan proyeksi berdasarkan survei awal, yaitu sebanyak 143,92 juta pemudik.

"Jumlah pergerakan orang selama 13–29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta orang," katanya, dikutip pada Jumat (2/4/2026).

Perlu diketahui, jumlah pemudik 2026 tercatat turun bila dibandingkan dengan jumlah pada 2025. Pemerintah mencatat jumlah pemudik pada tahun lalu mencapai 154 juta orang.

Jumlah pemudik turun meski pemerintah memberikan beragam insentif guna mendorong mobilitas masyarakat pada musim mudik, seperti PPN ditanggung pemerintah (DTP) atas tiket pesawat beserta penurunan fuel surcharge dan airport tax, diskon tiket kereta api dan angkutan laut sebesar 30%, hingga diskon tarif tol sebesar 30%.

Dengan insentif-insentif dimaksud, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 mencapai 5,4% hingga 5,5%.

Walaupun terdapat beragam diskon yang diberikan oleh pemerintah, Kemenhub kenaikan jumlah pemudik hanya terjadi pada angkutan umum, yakni dari 21,23 juta pemudik pada 2025 menjadi 23,54 juta pemudik pada 2026.

Secara terperinci, pemudik yang menggunakan kereta api naik 10,13% menjadi sebanyak 7,31 juta orang, sedangkan pemudik yang menggunakan transportasi umum angkutan jalan naik sebesar 11,64% menjadi sebanyak 3,89 juta orang.

Selanjutnya, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan laut naik sebesar 9,86% menjadi sebanyak 2,02 juta orang, sedangkan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan udara naik sebesar 6,97% menjadi sebanyak 4,77 juta orang.

Pada saat yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas selama musim mudik turun dari 3.754 kejadian pada 2025 menjadi 3.517 kejadian pada tahun ini.

"Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Saya ingin menekankan kembali bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi," kata Dudy. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.