JERMAN

Jerman Potong Cukai BBM Selama 2 Bulan, Anggarannya Rp233,4 Triliun

Redaksi DDTCNews
Selasa, 14 April 2026 | 08.35 WIB
Jerman Potong Cukai BBM Selama 2 Bulan, Anggarannya Rp233,4 Triliun
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table>

BERLIN, DDTCNews - Pemerintah Jerman mengumumkan bakal memotong cukai bahan bakar minyak (BBM) selama 2 bulan untuk mengatasi guncangan energi.

Pemotongan cukai bensin dan solar sebesar 17 sen diberikan untuk membantu rumah tangga dan pengusaha yang mengalami kesulitan akibat perang di Timur Tengah. Anggaran yang dibutuhkan untuk memotong cukai BBM mencapai EUR1,6 miliar atau sekitar Rp233,4 triliun.

"Hal ini akan dengan cepat meringankan tekanan bagi para pemilik kendaraan dan pelaku bisnis di negara ini, terutama bagi mereka yang karena alasan pekerjaan harus menghabiskan banyak waktu di jalan," kata Kanselir Friedrich Merz, dikutip pada Selasa (14/4/2026).

Merz menyampaikan pemotongan cukai BBM ini setelah harga minyak kembali melonjak menyusul gagalnya perundingan perdamaian AS-Iran, serta keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz.

Merz menyebut perang adalah akar penyebab masalah yang dihadapi negara saat ini. Dia pun menekankan pemerintah bakal melakukan segala cara mencoba mengakhiri konflik tersebut.

Harga BBM di Jerman dilaporkan telah melonjak tajam sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari 2026. Langkah pemotongan tarif cukai BBM akhirnya diambil setelah pembicaraan panjang antara Merz dan partainya, CDU, serta mitra koalisinya.

Kebijakan potongan cukai BBM ini rencananya akan dikompensasi melalui kenaikan cukai tembakau.

Pemerintah Jerman juga mengumumkan para pemberi kerja akan dapat membayar bonus bebas pajak hingga EUR1.000 kepada karyawan untuk mengurangi dampak inflasi, yang mulai meningkat di negara tersebut.

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, Jerman telah mengalami pukulan keras akibat lonjakan harga energi. Pada saat yang sama, Jerman juga menghadapi hambatan karena tarif AS dan persaingan ketat dengan China.

Merz memperingatkan dampak perang kemungkinan akan berlangsung lama.

"Ekonomi Jerman akan menghadapi beban yang signifikan dalam jangka waktu yang panjang," ujarnya dilansir rte.ie.

Sejumlah lembaga telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Jerman menjadi hanya 0,6% pada 2026, turun dari proyeksi sebelum perang sebesar 1,3%. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.