ISRAEL

Parlemen Negara Ini Batalkan Pembebasan PPN atas Impor hingga US$150

Redaksi DDTCNews
Jumat, 27 Februari 2026 | 17.00 WIB
Parlemen Negara Ini Batalkan Pembebasan PPN atas Impor hingga US$150
<p>Ilustrasi.</p>

TEL AVIV, DDTCNews – Parlemen Israel dalam sebuah pemungutan suara membatalkan kebijakan kenaikan threshold impor barang pribadi yang bebas PPN dari US$75 menjadi US$150, yang telah berlaku sejak 24 Desember 2025.

Kenaikan threshold impor barang yang bebas PPN hingga US$150 dinilai akan menimbulkan kerugian serius bagi pelaku usaha lokal. Kebijakan ini juga dikhawatirkan makin melemahkan perekonomian Israel seusai perang di Gaza.

"Kebijakan ini adalah hukuman mati bagi sektor bisnis," kata anggota parlemen Eli Dalal, dikutip pada Jumat (27/2/2026).

Pada akhir 2025, pemerintah menaikkan threshold impor bebas PPN untuk mengendalikan biaya hidup yang sangat tinggi usai perang. Kebijakan ini juga diharapkan mampu menghilangkan praktik monopoli perdagangan yang merugikan masyarakat.

Kebijakan kenaikan threshold impor bebas PPN diteken oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich setelah mendapat restu dari kabinet.

Sejak berlaku, kenaikan threshold impor bebas PPN langsung disambut gembira oleh masyarakat Israel. Dengan threshold impor bebas PPN yang senilai US$150 atau Rp2,5 juta, masyarakat ramai-ramai berbelanja kebutuhan pribadinya secara online dari luar negeri melalui Amazon dan Temu tanpa khawatir dikenakan PPN 18%.

Meski demikian, kebijakan tersebut menuai kecaman keras dari pengusaha lokal yang penjualannya menurun. Mereka kemudian mengadu kepada parlemen hingga dilaksanakan pemungutan suara untuk membatalkan kebijakan Smotrich.

Di Israel, sangat tidak lazim parlemen mengambil langkah untuk membatalkan kebijakan menteri. Pemungutan suara tersebut dinilai menjadi bentuk kekalahan signifikan bagi Smotrich serta mencerminkan perpecahan dalam koalisi yang mengusung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Merespons keputusan parlemen, Smotrich menegaskan tidak akan tinggal diam untuk melindungi ekonomi masyarakat. Hanya butuh waktu beberapa jam, dia segera menerbitkan peraturan baru untuk menggantikan kebijakan yang dibatalkan oleh parlemen.

Smotrich kini menaikkan threshold impor iyang bebas PPN dari US$75 menjadi US$130, sedikit di bawah ambang batas di ketentuan sebelumnya.

"Warga Israel telah berhenti menjadi tawanan monopoli, dan persaingan untuk menurunkan harga kini dimulai. Biaya hidup di sini akan terjangkau," katanya dilansir timesofisrael.com. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.