JAKARTA, DDTCNews - Realisasi investasi pada kuartal I/2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2% dibandingkan dengan realisasi pada kuartal I/2025.
Meski tumbuh 7,2%, realisasi investasi pada kuartal I/2026 baru 24,4% dari target realisasi investasi pada 2026 sejumlah Rp2.041,3 triliun.
"Dan yang penting juga adalah penyerapan tenaga kerjanya itu sampai 706.569 orang," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, Kamis (23/4/2026).
Secara terperinci, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) kuartal I/2026 sudah mencapai Rp248,8 triliun, tumbuh 6% dibandingkan dengan realisasi PMDN pada kuartal I/2025.
Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I/2026 tumbuh 8,5% dengan realisasi investasi senilai Rp250 triliun.
Rosan juga memerinci 5 negara dengan kontribusi PMA terbesar, yaitu Singapura dengan realisasi PMA senilai US$4,6 miliar, Hong Kong dengan realisasi PMA senilai US$2,7 miliar, China dengan realisasi PMA senilai US$2,2 miliar.
Kemudian, Amerika Serikat (AS) dengan realisasi PMA senilai US$1,3 miliar, dan Jepang dengan realisasi PMA senilai US$1 miliar.
Ke depan, Rosan berharap realisasi investasi terus meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi mengingat kontribusi investasi terhadap PDB mencapai 29%.
"Kalau kita lihat kontribusi investasi terhadap perekonomian Indonesia itu biasanya mencapai kurang lebih 28-29%, tapi kami melihat ini kontribusinya bisa makin meningkat ke depannya," ujarnya. (rig)
