JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah memiliki cadangan anggaran yang berlimpah untuk mengatasi lonjakan harga minyak akibat perang di Timur Tengah.
Cadangan anggaran dimaksud adalah saldo anggaran lebih (SAL) yang per akhir 2025 tercatat mencapai sekitar Rp420 triliun. Meski demikian, hingga saat ini pemerintah masih belum akan menggunakan SAL dimaksud.
"Belum ada yang dipakai sampai sekarang. Itu uang bebas, itu betul-betul last line of defense," katanya, dikutip pada Rabu (22/4/2026).
Sejauh ini, langkah yang saat ini sudah ditempuh pemerintah ialah mengendalikan belanja melalui beragam bentuk efisiensi dan penghematan.
Melalui penghematan dimaksud, Indonesia tidak perlu menyetujui pemberian pinjaman yang ditawarkan oleh International Monetary Fund (IMF) ataupun World Bank.
"Jadi, saya tenang-tenang saja. Makanya kalau di luar ribut saya bingung," ujar Purbaya.
Perlu diketahui, Purbaya sebelumnya mengeklaim IMF dan World Bank menawarkan pinjaman US$25 miliar - US$30 miliar. Namun, penawaran dimaksud ditolak karena Indonesia masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menangani kondisi saat ini.
"Saya bilang terima kasih atas tawarannya, tapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus dan saya belum butuh itu. Saya masih punya uang sebesar US$25 miliar yang kita pegang untuk negara sendiri," tuturnya. (rig)
