JAKARTA, DDTCNews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan harga BBM bersubsidi belum akan naik meski harga minyak mentah naik akibat konflik di Timur Tengah.
Bahlil mengatakan pemerintah akan tetap mempertahankan harga BBM subsidi setidaknya hingga libur Idulfitri rampung.
"Tidak akan ada kenaikan harga BBM sampai dengan Hari Raya Idulfitri selesai. Negara akan hadir dengan cara menambah anggaran subsidi," katanya, dikutip pada Kamis (12/3/2026).
Khusus untuk BBM nonsubsidi, lanjut Bahlil, harga jenis BBM dimaksud bisa disesuaikan sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah pada pasar global.
Potensi untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi masih terbuka mengingat jenis BBM dimaksud dikonsumsi oleh masyarakat yang tergolong mampu.
"Kalau nonsubsidi kan mampu, masa saya pakai BBM subsidi? Malu dong, sorry ye. Subsidi itu untuk saudara-saudara kita yang tidak mampu. Bagi yang mampu, jangan pakai yang subsidi," ujar Bahlil.
Sebagai informasi, BBM yang disubsidi oleh pemerintah adalah jenis BBM tertentu (JBT), yakni solar dan minyak tanah. Adapun BBM yang harganya dikompensasi oleh pemerintah adalah jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yakni Pertalite.
Realisasi subsidi dan kompensasi pada Januari-Februari 2026 sudah mencapai Rp51,5 triliun, bertumbuh sebesar 382,6%. Jumlah tersebut terdiri kompensasi senilai Rp44,1 triliun dan subsidi senilai Rp7,4 triliun.
Subsidi dan kompensasi bertumbuh pesat mengingat kini pemerintah membayarkan kompensasi kepada BUMN energi sejak awal tahun. (rig)
