JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya penguatan budaya integritas dalam rangka menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara, termasuk pajak.
Purbaya mengatakan kebijakan fiskal, mulai dari pengelolaan pajak, kepabeanan, cukai, belanja, hingga pembiayaan, pada akhirnya bermuara pada satu hal yang sama, yaitu kepercayaan publik.
"Kita mengelola uang negara, uang rakyat, pajak, bea cukai, belanja negara, pembiayaan. Tapi ujungnya cuma satu yang menentukan semua itu jalan atau tidak, yaitu kepercayaan publik," kata Purbaya kepada jajarannya, dikutip pada Sabtu (7/3/2026).
Purbaya mengatakan integritas seharusnya tidak menjadi slogan atau formalitas semata, melainkan fondasi utama dari legitimasi kebijakan negara di mata rakyat.
Upaya untuk membangun integritas dimaksud tidak dapat dilakukan hanya melalui perubahan struktur atau penggantian pejabat, tetapi harus tecermin dalam praktik nyata di lapangan.
"Saya pikir ke depan Indonesia amat bergantung kepada kinerja Anda semua. Kalau kita gagal, NKRI-nya akan rusak. Saya minta Anda bekerja keras untuk mewujudkan hal itu supaya anak cucu kita bisa hidup lebih enak dan makmur di Indonesia," ujar Purbaya.
Wamenkeu Suahasil Nazara pun menekankan integritas institusi berawal dari integritas pribadi setiap pegawai. dia mengajak seluruh pimpinan untuk kembali meneguhkan komitmen integritas dalam menjalankan tugasnya.
"Integritas kita dimulai dari diri. Jadi integritas institusi dimulai dari diri kita masing-masing. Kita pahami bukan hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai keluarga sehingga keluarga kita pun dapat saling mengingatkan," ujar Suahasil.
Adapun Wamenkeu Juda Agung mengatakan Kemenkeu sesungguhnya telah mencatatkan berbagai kemajuan dalam membangun integritas. Namun, upaya perbaikan tetap harus dilakukan mengingat ekspektasi masyarakat terhadap integritas aparatur negara terus meningkat.
"Kalau kita lihat dari waktu ke waktu, sudah banyak kemajuan di Kementerian Keuangan. Tapi ekspektasi masyarakat itu lebih dari itu. Jadi apa yang sudah baik harus dipertahankan," ujar Juda. (dik)
