JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya penyelewengan atas dana desa.
Menurut Prabowo, banyak kepala desa yang menyelewengkan dana dari pemerintah pusat dimaksud. Akibatnya, manfaat dari pengucuran dana desa dimaksud tak dirasakan oleh rakyat.
"Selama ini 10 tahun kita harus akui banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat. Ini dibuktikan dengan banyak sekali kepala desa yang terpaksa berhadapan dengan hukum," katanya, dikutip pada Senin (16/2/2026).
Oleh karena itu, lanjut Prabowo, pemerintah ke depannya akan mengandalkan peran koperasi desa merah putih dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Prabowo menuturkan koperasi desa merah putih dimaksud bakal memiliki gudang, cold storage, gerai, farmasi, hingga klinik. Koperasi juga bisa menyalurkan microfinancing guna menghilangkan peran rentenir.
"Kami akan beri bunga yang sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka. Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran," ujar Prabowo.
Saat ini, sudah ada sekitar 30.000 koperasi desa merah putih yang sudah terbangun. Adapun ratusan koperasi desa merah putih akan selesai dibangun dan segera beroperasi dalam 1-2 bulan ke depan.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan koperasi desa merah putih bakal berfungsi sebagai offtaker dari usaha-usaha rakyat yang ada di desa dimaksud.
"Kalau tidak bisa ditampung oleh pasar, koperasi desa yang akan berfungsi sebagai offtaker. Gabah, kalau tidak sesuai dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah maka koperasi desa akan bekerja sama dengan Bulog sebagai offtaker," tuturnya.
Tak hanya itu, koperasi desa merah putih juga bisa mengambil peran sebagai supplier pangan dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
"Sudah diatur dalam tata kelola SPPG makan bergizi gratis (MBG) itu diatur nanti yang bisa menyuplai ke SPPG adalah usaha desa setempat, boleh BUMDes, boleh koperasi, boleh UMKM, dan lain-lain," katanya. (rig)
