KEBIJAKAN KEPABEANAN

Dukung UMKM Naik Kelas dan Ekspor Meningkat, DJBC Gencarkan Asistensi

Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 14 Februari 2026 | 09.30 WIB
Dukung UMKM Naik Kelas dan Ekspor Meningkat, DJBC Gencarkan Asistensi
<p>Ilustrasi.&nbsp;Perajin membuat produk mebel di Pasar Mebel Surakarta, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026). Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) ANTARAFOTO/Maulana Surya/wsj.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) menggencarkan kegiatan pendampingan kepada pelaku UMKM di sejumlah daerah dalam rangka meningkatkan kegiatan ekspor.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo menilai asistensi secara langsung dan intensif akan meningkatkan pemahaman teknis pelaku UMKM mengenai prosedur ekspor. Hal ini juga dapat menumbuhkan kepercayaan pelaku usaha untuk memasok produknya ke pasar global.

"Langkah ini sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi daerah berbasis produk lokal," ujarnya, dikutip pada Sabtu (14/2/2026).

Budi menyampaikan unit vertikal DJBC melaksanakan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui kegiatan Customs Visit Customer (CVC). Misal, DJBC Cikarang memberikan edukasi kepabeanan, kiat-kiat pengembangan usaha, dan cara pemanfaatan fasilitas kepabeanan dan cukai kepada UMKM Syarisah Batik di Kabupaten Bekasi.

Pelaku UMKM itu bertransformasi dari produsen bolu batik pada 2017 menjadi pengrajin batik bercorak Bekasi pada 2022. Transformasi bisnis itu terjadi seiring dengan peningkatan kapasitas dan pembinaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi.

"Pendampingan ini memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha dalam memahami jalur ekspansi usaha, termasuk peluang memanfaatkan platform digital dan orientasi ekspor agar produk budaya lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas," tutur Budi.

Sementara itu, DJBC Jambi melaksanakan CVC ke PT Agro Lestari Jabung Indoglobal, eksportir lidi nipah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kedua belah pihak mendiskusikan perihal proses bisnis ekspor mulai dari kelengkapan dokumen hingga pemanfaatan fasilitas kepabeanan, serta konsultasi mengenai produk unggulan lokal yang berpeluang menembus pasar global.

Budi menilai serangkaian asistensi kepada pelaku usaha daerah ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekspor, memberikan kemudahan akses informasi regulasi, dan memperluas pelang dan jaringan pasar ekspor.

"Dengan makin banyaknya UMKM yang naik kelas dan berorientasi ekspor, produk lokal berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di pasar global," ujarnya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.