NEW DELHI, DDTCNews - Pemerintah India menaikkan pungutan bea keluar atas ekspor solar dan avtur di tengah tingginya harga minyak dunia.
Langkah itu diambil untuk menahan aktivitas ekspor kilang dengan harapan ketersediaan pasokan energi di dalam negeri tetap terjaga. Selain itu, kenaikan pungutan ekspor juga dimaksudkan untuk menekan harga tiket pesawat agar tidak melonjak signifikan.
"Tarif bea keluar ini akan ditinjau setiap 2 minggu supaya besaran pungutan ekspor ini bisa menyesuaikan dengan harga bahan bakar di pasar global," kata Ketua Dewan Pusat Central Board of Indirect Taxes and Customs Vivek Chaturvedi, dikutip pada Rabu (15/4/2026).
Seperti dilansir dari indianexpress.com, pungutan bea keluar untuk ekspor solar dinaikkan 2 kali lipat, dari semula INR21,5 per liter menjadi INR55,5 per liter.
Pemerintah juga mengerek bea keluar untuk ekspor avtur yang dipakai sebagai bahan bakar pesawat bermesin jet. Bea keluar tersebut dinaikkan dari INR29,5 per liter menjadi INR42 per liter.
Sebelumnya, Kementerian Perminyakan menyoroti pungutan ekspor tersebut bukan semata-mata untuk meningkatkan penerimaan negara. Kebijakan tersebut justru bertujuan untuk memastikan produksi kilang minyak dapat memenuhi permintaan domestik.
Selain itu, pungutan tersebut juga dapat mencegah eksportir bahan bakar mengambil keuntungan yang tidak semestinya dari selisih harga antara pasar domestik dan internasional.
"Menjaga pasokan bahan bakar di India menjadi prioritas pemerintah ketimbang mengejar peluang ekspor," sebut Kementerian Perminyakan. (rig)
