DOKUMENTASI transfer pricing kini memasuki fase baru. Seiring berlakunya PMK 111/2025, otoritas pajak memperketat pengawasan kepatuhan berbasis data. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk tidak hanya patuh, tetapi juga lebih strategis dalam menyusun transfer pricing documentation (TP Doc).
Menjawab dinamika tersebut, DDTC menghadirkan webinar bertajuk Transfer Pricing Documentation in the Era of Tax Compliance Monitoring (PMK 111/2025). Webinar ini menjadi bagian dari rangkaian Women in Tax: Getting Ahead of Tax 2026, sebuah inisiatif yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus mendorong nilai Diversity, Equity, and Inclusivity (DEI) melalui kehadiran para ahli perempuan di bidang perpajakan.
Pada 2025, DDTC menerima nominasi Diversity, Equity, and Inclusion Firm of the Year, mempertegas komitmennya dalam mendorong praktik yang inklusif. Rangkaian webinar ini sekaligus menjadi perpanjangan dari inisiatif pro bono DDTC yang telah dua kali meraih penghargaan Pro Bono Firm of the Year (2022 dan 2024) dari International Tax Review (ITR), Inggris.
Di webinar sesi kedua ini, peserta akan mendapatkan insight langsung dari Senior Manager DDTC Consulting Pretty Wulandari, S.I.A., BKP.. Ia akan mengulas secara komprehensif strategi penyusunan transfer pricing documentation (TP Doc) yang tidak hanya akurat, tetapi juga relevan dengan pendekatan pengawasan terbaru dari otoritas pajak.
Webinar akan dilaksanakan pada:
Topik ini menjadi makin penting, mengingat tahun 2026 diproyeksikan sebagai periode intensifikasi pengawasan kepatuhan pajak berbasis teknologi dan analisis data. Perusahaan dituntut untuk lebih siap menghadapi scrutiny yang semakin tajam.
Pretty sendiri merupakan praktisi transfer pricing yang telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai Promoted Practitioner in Transfer Pricing dari International Tax Review (ITR), Inggris. Dalam praktiknya, ia telah menangani penyusunan TP Doc lintas yurisdiksi, termasuk dari negara dengan kompleksitas regulasi dan bahasa seperti Thailand dan Nigeria. Pengalaman ini memberinya perspektif yang kaya dalam memahami tantangan global sekaligus lokal dalam transfer pricing.
Lebih dari itu, Pretty juga kerap menangani kasus-kasus yang menantang, seperti penyusunan TP Doc untuk perusahaan yang mengalami kerugian. Dalam situasi seperti ini, penyusunan dokumentasi tidak bisa dilakukan secara 'standar'. Diperlukan analisis yang tajam agar TP Doc tetap defensible di hadapan otoritas pajak, sekaligus mampu mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan secara wajar dan apa adanya. Pendekatan inilah yang menjadi nilai tambah dari pengalaman praktis yang akan dibagikan dalam sesi webinar ini.
Tak hanya berpraktik, Pretty juga aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu perpajakan melalui berbagai publikasi serta sebagai dosen tamu di sejumlah universitas ternama di Indonesia.
Gratis, Terbuka untuk Umum, dan Interaktif!
Seperti sesi lainnya dalam rangkaian webinar Women in Tax, webinar ini gratis, terbuka untuk umum, dan diselenggarakan secara daring. Peserta tidak hanya akan memperoleh materi yang aplikatif, tetapi juga berkesempatan berdiskusi langsung melalui sesi tanya jawab.
Pemateri juga akan membagikan kisah perjalanan kariernya sebagai praktisi transfer pricing perempuan di Indonesia yang diharapkan dapat memperkaya diskursus global seputar DEI dan kesetaraan gender di tempat kerja.
Antusiasme tinggi juga terlihat pada penyelenggaraan sesi pertama bertajuk Transfer Pricing Dispute Strategy: Insights from Landmark Cases, yang berhasil menarik ribuan pendaftar dari berbagai latar belakang. Hal ini mencerminkan tingginya minat terhadap isu-isu strategis di bidang transfer pricing.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyediakan doorprize menarik berupa buku terbitan DDTC untuk dua penanya terbaik:
● Konsep dan Aplikasi Pajak Penghasilan Edisi Kedua
● Konsep dan Studi Komparasi Pajak Pertambahan Nilai Edisi Kedua
Tertarik untuk ikut?
Segera daftarkan diri Anda melalui: https://forms.gle/pXgispuA783XgPLV7
