KEBIJAKAN EKONOMI

Kembangkan KEK, Airlangga: Bakal Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Aurora K. M. Simanjuntak
Selasa, 28 April 2026 | 09.30 WIB
Kembangkan KEK, Airlangga: Bakal Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.)</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah akan mengoptimalkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu upaya dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru ke depan.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini pengembangan KEK dapat mempercepat industrialisasi, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat struktur ekonomi di berbagai wilayah.

"Kami akan lanjutkan KEK-KEK yang betul-betul bisa beroperasi penuh dalam waktu 3-4 tahun ke depan sehingga betul-betul menunjang pertumbuhan ekonomi," ujarnya, dikutip pada Selasa (28/4/2026).

Selain hilirisasi, Airlangga menyampaikan pentingnya membangun infrastruktur data di era kecerdasan buatan dan quantum computing seperti saat ini. Untuk itu, pemerintah juga menyiapkan 2 lokasi KEK sebagai titik utama (landing point) pembangunan data center, yakni di Batam dan Bitung.

Di samping itu, dia memandang penting pula untuk menyesuaikan antara kualitas tenaga kerja dan kebutuhan industri di KEK. Dia meminta kementerian/lembaga dan badan usaha pembangun dan pengelola (BUPP) KEK untuk menggelar pelatihan vokasi yang tepat sasaran bagi masyarakat lokal.

"Setiap Kementerian/Lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi yang masuk ke KEK, melalui upaya percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha," kata Airlangga.

Lebih lanjut, pemerintah juga tengah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK 2026. Melalui rapat itu, pemerintah berupaya melakukan fine tuning atau penyempurnaan fasilitas pada KEK yang sudah ada, lalu memastikan KEK dapat beroperasi penuh dalam 3-4 tahun ke depan.

Kemudian, pemerintah menargetkan akan menyelesaikan berbagai kendala operasional (debottlenecking), agar perizinan semakin sederhana dan pembangunan infrastruktur di wilayah bisa semakin cepat.

"Saya berharap hasil Rakernas KEK yang akan berlangsung dalam 2 hari ke depan ini dapat menuntaskan upaya debottlenecking berbagai isu yang saat ini dihadapi, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal," tutur Airlangga.

Sebagai informasi, pemerintah memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan, baik fasilitas fiskal maupun non fiskal di KEK. Tujuannya, untuk menggaet investasi sekaligus menunjang berbagai kegiatan ekonomi di KEK.

Sederet insentif fiskal yang diberikan untuk KEK antara lain PPN atau PPnBM tidak dipungut, pembebasan dan/atau penangguhan bea masuk, pajak dalam rangka impor (PDRI) tidak dipungut, pembebasan cukai.

Kemudian, ada pula fasilitas berupa pengurangan pajak daerah dan/atau retribusi daerah, serta adanya toko bebas PPN bagi pemegang paspor luar negeri. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.