KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pacu Kendaraan Listrik, Prabowo Ingin Setop Impor BBM dalam 3 Tahun

Redaksi DDTCNews
Sabtu, 11 April 2026 | 15.00 WIB
Pacu Kendaraan Listrik, Prabowo Ingin Setop Impor BBM dalam 3 Tahun
<p>Presiden Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd/Spt.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo menargetkan Indonesia bisa menghilangkan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) hanya dalam waktu 3 tahun.

Prabowo menilai kebutuhan BBM akan menurun seiring dengan kuatnya transisi dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik. Selain itu, pemerintah juga mendorong lebih banyak pembangunan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

"Mungkin kita 2 [sampai] 3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali. Kita punya kekuatan besar,... kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," katanya, dikutip pada Sabtu (11/4/2026).

Prabowo belum lama ini meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial pertama berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah. Kini, Indonesia memiliki kemampuan untuk memproduksi bus dan truk berbahan bakar listrik.

Dia berharap produksi mobil listrik akan bisa dilakukan secara besar-besaran pada 2028. Dengan demikian, multiplier effect dari industri kendaraan listrik terhadap perekonomian bakal lebih kuat.

Sebagai informasi, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal kepada konsumen dan industri kendaraan listrik, sejalan dengan penerbitan Perpres 55/2019 s.t.d.d Perpres 79/2023 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Insentif yang diberikan kepada konsumen antara lain PPnBM 0% serta BBNKB dan PKB kendaraan listrik 0%. Sementara untuk pelaku industri, terdapat insentif berupa tax holiday, tax allowance, fasilitas bea masuk, dan supertax deduction litbang.

Di sisi lain, Prabowo mendorong program listrifikasi 100 gigawatt yang ditargetkan tercapai dalam 2 tahun. Ke depan, pembangkit listrik berbahan bakar diesel akan sepenuhnya dilarang.

Dia berencana menutup 13 pembangkit listrik bertenaga diesel sehingga Indonesia akan menghemat 200.000 barel minyak per hari.

Saat ini, Indonesia masih perlu mengimpor 1 juta barel minyak per hari. Secara bertahap, impor minyak akan dipangkas sehingga menjadi nol. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.