AUSTRALIA

Australia Resmi Pangkas Cukai BBM Selama 3 Bulan

Redaksi DDTCNews
Rabu, 01 April 2026 | 16.30 WIB
Australia Resmi Pangkas Cukai BBM Selama 3 Bulan
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

CANBERRA, DDTCNews - Pemerintah Australia resmi memangkas tarif cukai bahan bakar minyak (BBM) hingga separuhnya, mulai hari ini.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan lonjakan harga minyak mentah akibat perang di Timur Tengah telah merugikan dan menyebabkan tekanan finansial pada masyarakat Australia. Pemangkasan cukai BBM bertujuan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

"Kami menurunkan harga BBM karena kami memahami masyarakat Australia sedang berada di bawah tekanan yang serius," katanya, dikutip pada Rabu (1/4/2026).

Pemangkasan cukai BBM disepakati dalam rapat kabinet yang dipimpin oleh Albanese. Pemerintah memutuskan memangkas cukai bensin dan solar selama 3 bulan, yakni pada 1 April hingga 30 Juni 2026.

Pengurangan cukai akan menurunkan harga BBM senilai 26,3 sen per liter. Kebijakan ini diestimasi mampu mengurangi biaya pengisian BBM pada tangki berkapasitas 65 liter senilai hampir sebesar AU$19 atau sekitar Rp223.750.

Tidak hanya memangkas cukai BBM, pemerintah juga memotong tarif pengguna jalan kendaraan berat menjadi AU$0 selama 3 bulan untuk membantu para pengemudi truk menjalankan pekerjaannya. Selain itu, pemerintah juga akan menunda kenaikan pungutan tarif pengguna jalan kendaraan berat berikutnya yang dijadwalkan selama 6 bulan.

Di tengah tren kenaikan harga minyak global, pemerintah turut mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum guna menghemat BBM. Selain itu, pemerintah juga mengapresiasi kebijakan daerah-daerah yang memangkas tarif transportasi umum.

Komisi Persaingan Usaha dan Perlindungan Konsumen Australia akan terus memantau harga BBM guna memastikan pemangkasan cukai diteruskan hingga ke konsumen di SPBU.

Pemerintah memastikan prospek pasokan BBM Australia tetap aman dalam jangka pendek. Meski demikian, pemerintah juga mewaspadai efek perang yang berlarut-larut terhadap pasokan BBM.

"Kami bertindak sekarang untuk mempersiapkan dan melindungi masyarakat Australia," bunyi keterangan di laman perdana menteri Australia. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.