APBN 2026

Prabowo: Batas Defisit Anggaran Diperlukan untuk Disiplinkan Diri

Muhamad Wildan
Rabu, 18 Maret 2026 | 12.30 WIB
Prabowo: Batas Defisit Anggaran Diperlukan untuk Disiplinkan Diri
<p>Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) menyapa sejumlah pejabat sebelum memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Presiden Prabowo Subianto memandang aturan batas maksimal defisit anggaran sebesar 3% dari PDB diperlukan untuk menjaga disiplin fiskal.

Dengan adanya batasan yang termuat dalam UU Keuangan Negara tersebut, pemerintah didorong untuk tetap berhati-hati dalam menyusun dan menjalankan kebijakan anggaran.

"Batas defisit adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita sendiri," ujar Prabowo, dikutip pada Rabu (18/3/2026).

Prabowo menuturkan konflik geopolitik di Timur Tengah bisa menjadi landasan bagi pemerintah untuk memperlonggar defisit secara jangka pendek.

Sebab, konflik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga minyak mentah global, apalagi jika konflik dimaksud berlangsung dalam waktu yang lama.

Meski demikian, Prabowo menilai pelampauan batas defisit anggaran tetap merupakan opsi terakhir. Indonesia harus tetap konsisten mematuhi batasan defisit meski banyak negara yang melanggar batas defisit anggarannya sendiri.

Senada, menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan menjaga defisit tetap di bawah 3% dari PDB guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah konflik geopolitik saat ini.

"Kita enggak krisis, ekonomi kita masih bagus, masih pada belanja. Cuma, kita mau siapkan langkah yang betul-betul matang supaya ketika diperlukan, kita bisa eksekusi dengan cepat. Jadi, sekarang enggak krisis, belum," tutur Purbaya.

Pemerintah akan memperlebar defisit dalam hal terjadi krisis ekonomi. "Dalam keadaan normal, tidak [ada rencana pelebaran defisit APBN]. Dalam keadaan krisis, iya. Tapi itu berlaku untuk semua negara," kata Purbaya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.