KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Lakukan Efisiensi Anggaran 2026, Ini Kata Purbaya

Aurora K. M. Simanjuntak
Senin, 16 Maret 2026 | 17.45 WIB
Pemerintah Bakal Lakukan Efisiensi Anggaran 2026, Ini Kata Purbaya
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah kembali akan melakukan efisiensi anggaran tahun ini guna menjaga stabilitas keuangan negara di tengah ketidakpastian perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seusai rapat koordinasi terbatas (rakortas) dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto serta pimpinan kementerian/lembaga terkait, di antaranya Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

"Ada diskusikan nanti kalau memang harga BBM naik terus kan langkah pertama ya itu efisiensi. Nah, kita sudah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan oleh kementerian dan lembaga nanti, kita minta siapkan berapa persen anggarannya dipotong," ujarnya kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (16/3/2026).

Purbaya menjelaskan efisiensi anggaran akan dilakukan di berbagai pos belanja negara, tidak hanya program makan bergizi gratis (MBG) saja. Menurutnya, efisiensi belanja akan menyasar sejumlah program, terutama program yang membutuhkan penambahan pagu alias anggaran belanja tambahan (ABT).

Kendati demikian, dia tidak membeberkan program tambahan yang dimaksud. Dia hanya menyampaikan pemerintah akan fokus memaksimalkan anggaran utama saat ini untuk menjalankan sederet program priortas.

"Ada beberapa program tambahan, ada ABT atau anggaran tambahan-tambahan yang jadi membuatnya gelembung sekali. Dengan anggaran sekarang, pertama, kami fokus ke yang ada saja, programnya tambahan anggaran kami tunda dulu," ucap Purbaya.

Purbaya menjelaskan rakortas pada tahap awal ini masih sebatas mendiskusikan kebijakan efisiensi anggaran sehingga belum ada keputusan konkret. Terlebih, tiap-tiap kementerian dan lembaga belum memutuskan nominal anggaran yang bisa dipotong dari pagu yang dimiliki.

"Dalam seminggu ke depan, Kementerian Keuangan akan menentukan langkah awal bagi mereka untuk siap-siap hitung, tapi belum eksekusi ya. Kalau mau dipotong [anggaran program] yang mana. Nanti, mereka adjust kebijakannya berdasarkan potongan itu," kata Purbaya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.