KEBIJAKAN PEMERINTAH

Selat Hormuz Tutup, RI Akan Impor Minyak dari Luar Timur Tengah

Muhamad Wildan
Rabu, 04 Maret 2026 | 12.00 WIB
Selat Hormuz Tutup, RI Akan Impor Minyak dari Luar Timur Tengah
<p>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pemerintah akan mencari minyak mentah (crude oil) dari negara lain guna menggantikan minyak mentah yang selama ini diimpor dari negara-negara Timur Tengah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan minyak mentah yang diimpor oleh Indonesia dari negara-negara Timur Tengah tercatat hanya sebesar 20% hingga 25% dari total impor.

"Selebihnya kita ambil dari Afrika, Angola, Amerika Serikat (AS), Brasil, jadi secara keseluruhan impor kita untuk crude itu 20%-25% dari Selat Hormuz, selebihnya tidak dari sana," ujar Bahlil, dikutip pada Rabu (4/3/2026).

Menurut Bahlil, Indonesia akan memperbanyak impor minyak mentah dari AS untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan minyak di dalam negeri.

Bahlil mengatakan saat ini Indonesia hanya perlu mengimpor bensin RON 90, 93, 95, dan 98, tetapi tidak mengimpor BBM jenis solar. Guna memenuhi kebutuhan ini, Indonesia sudah mendapatkan pasokan dari negara-negara di luar Timur Tengah.

"Impor BBM relatif tidak masalah," ujar Bahlil.

Saat ini, Bahlil mengatakan Indonesia memiliki cadangan BBM yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama 23 hari ke depan. Dalam rangka meningkatkan cadangan BBM, pemerintah akan menambah storage terlebih dahulu.

"Kita harus bangun storage dulu. Kalau mau bikin 240 hari, makanya kita sekarang bangun storage untuk minimal 3 bulan. Kalau kita impor sebanyak itu, kita mau taruh di mana? Itu problem kita, kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa, memang faktanya begitu negara kita, dan kita harus perbaiki," ujar Bahlil.

Sebagai informasi, konflik di Timur Tengah telah menimbulkan hambatan pasokan dan kenaikan harga energi global. Pasalnya, konflik dimaksud turut diikuti dengan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.