JAKARTA, DDTCNews - Bonus hari raya (BHR) yang akan dikucurkan kepada para pengemudi ojek online (ojol) pada tahun ini mencapai Rp220 miliar.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan nominal BHR naik 2 kali lipat dibandingkan dengan BHR pada 2025. Pada tahun ini, BHR akan diterima oleh kurang lebih 850.000 pengemudi ojol.
"Ini BHR telah dilakukan dengan komunikasi intensif dengan para aplikator," katanya, Rabu (3/3/2026).
Secara terperinci, Airlangga menuturkan GoTo dan Grab akan mengucurkan BHR masing-masing kurang lebih senilai Rp110 miliar. Terdapat 800.000 pengemudi ojol pada GoTo dan Grab yang akan menerima BHR pada tahun ini.
Sementara itu, Maxim akan memberikan BHR kepada kurang lebih 51.000 pengemudi, sedangkan Indrive akan memberikan BHR hanya kepada kurang lebih 500 pengemudi.
"Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal, H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idulfitri," tutur Airlangga.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan BHR diberikan kepada pengemudi ojol yang terdaftar secara resmi pada aplikator dalam jangka waktu 12 bulan. BHR diberikan secara tunai sebesar 25% dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir.
Dia pun meminta aplikator untuk transparan dalam menghitung besaran BHR yang diberikan kepada para pengemudi ojol dalam rangka mendukung kelancaran pemberian BHR.
"Pemberian BHR tidak menghilangkan dukungan kesejahteraan bagi pengemudi dan kurir online sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah diberikan oleh perusahaan aplikasi," ujarnya.
Bila hal terdapat kendala dalam pencairan BHR, pengemudi ojol bisa menyampaikan keluhan ke posko THR. (rig)
