KEBIJAKAN PAJAK

Tak Ada Kenaikan Tarif, Pajak 2026 Perlu Fokuskan pada 2 Strategi Ini

Muhamad Wildan
Kamis, 26 Februari 2026 | 12.30 WIB
Tak Ada Kenaikan Tarif, Pajak 2026 Perlu Fokuskan pada 2 Strategi Ini
<p>Ketua Umum Perkumpulan Praktisi dan Profesi Konsultan Pajak Indonesia (P3KPI) Susy Suryani dalam seminar perpajakan nasional bertajuk Outlook Arah Kebijakan dan Administrasi Perpajakan Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Perbanas Institute.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Ketua Umum Perkumpulan Praktisi dan Profesi Konsultan Pajak Indonesia (P3KPI) Susy Suryani mengatakan upaya peningkatan penerimaan pajak pada 2026 dapat ditempuh melalui ekstensifikasi dan intensifikasi.

Menurut Susy, ekstensifikasi dan intensifikasi menjadi satu-satunya cara yang dapat dilakukan mengingat pemerintah telah berkomitmen untuk tidak meningkatkan tarif pajak demi menjaga stabilitas perekonomian.

"Jika tarif tidak naik maka peningkatan penerimaan hanya dapat dicapai melalui 2 jalur. Pertama, memperluas basis pajak. Kedua, meningkatkan kepatuhan melalui intensifikasi administrasi," katanya, dikutip pada Kamis (26/2/2026).

Untuk melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi, otoritas pajak mau perlu memperkuat basis data perpajakan. Terlebih, upaya penguatan basis data pajak menjadi menantang mengingat perekonomian Indonesia masih didominasi oleh sektor informal.

Tanpa upaya untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dari sektor informal, beban pajak hanya akan ditopang oleh wajib pajak yang selama ini sudah patuh.

"Banyak sekali lapangan kerja untuk sektor informasi, itu yang mendominasi kita di sini. Sehingga, transformasi struktur ekonomi yang kita butuhkan adalah yang makin canggih. Kalau tidak canggih, hanya mengejar basis yang sama dengan alat yang lebih modern," ujar Susy.

Susy memandang tahun 2026 bakal menjadi tahun ujian kedewasaan reformasi perpajakan Indonesia. Menurutnya, arah pajak 2026 seharusnya bukan soal angka penerimaan semata, tetapi lebih kepada legitimasi, struktur, dan arah pembangunan jangka panjang

"Pada akhirnya sistem perpajakan yang kuat bukanlah sistem yang paling keras menagih, melainkan sistem yang paling dipercaya oleh masyarakat. Di situ kita harus menguji dan memperkaya diskursus perpajakan Indonesia," tuturnya.

Sebagai informasi, seminar perpajakan hari ini digelar guna membahas arah kebijakan dan administrasi pajak ke depan serta dalam rangka menyambut Dies Natalies ke-57 Perbanas Institute.

Narasumber yang dihadirkan dalam seminar hari ini yakni Ketua Umum PERTAPSI dan Founder DDTC Darussalam, Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld, Ketua Umum Perkoppi Gilbert Rely, Ketua Umum AKP2I Suherman Saleh, dan Ketua Umum P3KPI Susy Suryani. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.