JAKARTA, DDTCNews - Perbanas Institute menyelenggarakan seminar perpajakan nasional bertajuk Outlook Arah Kebijakan dan Administrasi Perpajakan Indonesia Tahun 2026 pada hari ini, Rabu (25/2/2026).
Seminar ini diselenggarakan untuk membahas arah kebijakan dan administrasi pajak ke depan, serta menyambut Dies Natalies ke-57 Perbanas Institute.
"Penting bagi kita untuk mendengarkan para narasumber yang hebat-hebat ini guna memberikan pencerahan kepada kita kira-kira outlook kebijakan dan administrasi perpajakan ke depan ini seperti apa," ujar Wakil Rektor II Perbanas Institute Haryono Umar.
Haryono menegaskan pajak memiliki peran sangat penting lantaran dibutuhkan untuk membiayai pembangunan di Indonesia. Terlebih, Indonesia saat ini tidak lagi bertumpu pada penerimaan sumber daya alam (SDA).
"Mau tidak mau presiden dan jajarannya sangat bergantung kepada Bapak dan Ibu. Untuk apa? Untuk bisa menjalankan kebijakan-kebijakan perpajakan dalam rangka meningkatkan penerimaan dan ujungnya meningkatkan perekonomian," katanya.
Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi dan Profesi sekaligus Ketua Dies Natalies Perbanas Institute Sis Apik Wijayanto menuturkan sektor perpajakan berkembang amat dinamis akibat munculnya regulasi baru serta pembaruan teknologi administrasi perpajakan.
Sis Apik berharap seminar hari ini bisa memberikan manfaat bagi para mahasiswa dan para praktisi, serta memperluas wawasan dan jejaring para profesional di bidang perpajakan.
"Tentu perubahan teknologi dan kondisi keuangan global memacu kita untuk lebih berinovasi untuk memberikan layanan dan konsultasi juga. Bagi para mahasiswa juga ini manfaatnya luar biasa," tuturnya.
Sebagai informasi, terdapat beberapa narasumber yang hadir dalam seminar hari ini antara lain Ketua Umum PERTAPSI dan Founder DDTC Darussalam, Ketua Umum IKPI Vaudy Star World, Ketua Umum Perkoppi Gilbert Rely, Ketua Umum AKP2I Suherman Saleh, dan Ketua Umum P3KPI Susy Suryani. (rig)
