BEIJING, DDTCNews - Pemerintah China mengumumkan pemberian insentif pajak untuk mempopulerkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kementerian Keuangan menyatakan pemerintah memberikan pembebasan bea masuk dan PPN atas impor barang-barang yang dibutuhkan untuk mempopulerkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada generasi muda. Kebijakan ini berlaku selama 5 tahun.
"Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2030, diberikan pembebasan bea masuk dan PPN atas impor barang oleh lembaga-lembaga untuk mempopulerkan ilmu pengetahuan dan teknologi," bunyi pernyataan Kementerian Keuangan, dikutip pada Selasa (24/2/2026).
Pemerintah China memiliki program untuk mempopulerkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program ini sejalan dengan upaya penyiapan tenaga kerja masa depan yang menguasai berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.
Berbagai barang impor tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja masa depan yang berorientasi ilmiah serta mampu mendorong inovasi di sektor-sektor terdepan seperti artificial inteligence, teknologi kuantum, dan bioteknologi.
Dalam 5 tahun mendatang, pemerintah mendorong lembaga atau institusi yang memiliki fokus mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memanfaatkan insentif pajak. Institusi yang memenuhi syarat mendapatkan pembebasan bea masuk dan PPN yaitu museum sains dan teknologi serta museum sejarah alam.
Pembebasan bea masuk dan PPN diberikan untuk produk yang dibutuhkan dalam pendidikan berkualitas tinggi, tetapi belum tersedia di dalam negeri.
Adapun barang yang diberikan pembebasan bea masuk dan PPN meliputi film, video, dan peralatan ilmu pengetahuan yang belum diproduksi di dalam negeri atau sudah ada versi lokalnya, tetapi tidak memenuhi standar yang dibutuhkan.
Dilansir businesstoday.com.my, otoritas kepabeanan dan cukai telah siap membantu pengurusan pembebasan bea masuk dan PPN atas impor barang untuk mempopulerkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, otoritas juga menjamin kelancaran impor untuk mendukung ilmu pengetahuan dan teknologi. (dik)
