KEBIJAKAN PAJAK

Purbaya: Ekonomi Belum Kuat untuk Kenaikan Pajak

Redaksi DDTCNews
Kamis, 05 Februari 2026 | 18.00 WIB
Purbaya: Ekonomi Belum Kuat untuk Kenaikan Pajak
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi perekonomian pada saat ini belum memungkinkan untuk menerapkan kebijakan fiskal yang lebih kontraktif.

Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2025 sudah tergolong bagus walaupun di bawah perkiraan pemerintah. Oleh karena itu, dia belum berencana untuk menaikkan tarif pajak apapun untuk menjaga kinerja ekonomi, terutama konsumsi masyarakat.

"Karena saya lihat walaupun [pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025] 5,39%, belum cukup kuat untuk mengalami kenaikan pajak yang terlalu signifikan," katanya, Kamis (5/2/2026).

Perlu diketahui, pemerintah memang memiliki beberapa rencana soal pajak yang masih tertunda karena mempertimbangkan kondisi ekonomi. Misal, penunjukan penyedia marketplace sebagai pemungut PPh atas penghasilan yang diperoleh para pedagang online.

Melalui PMK 37/2025, pemerintah sudah mengatur penunjukan marketplace sebagai pemungut pajak 0,5% dari peredaran bruto pedagang online. Namun, Purbaya menjanjikan penunjukan marketplace sebagai pemungut pajak baru akan terlaksana jika ekonomi mampu tumbuh 6%.

Menurut Purbaya, konsumsi masyarakat yang tumbuh 4,98% pada 2025 sudah lumayan bagus meskipun sempat menunjukkan perlambatan pada kuartal III/2025. Melalui pemberian berbagai stimulus, konsumsi masyarakat telah menunjukkan perbaikan pada kuartal IV/2025.

Agar kinerja konsumsi yang positif terus berlanjut pada tahun ini, dia memastikan tidak akan ada kenaikan pajak.

"Pajak belum akan saya naikkan juga karena itu kan memperbaiki daya beli juga. Artinya tidak memperburuk daya beli," ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi pada 2025 sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98%, dengan kontribusi 53,88%. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.