JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memandang pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 yang mencapai 5,39% merupakan tonggak awal dari perbaikan ekonomi pada 2026.
Meski perekonomian pada kuartal IV/2025 tak bertumbuh sesuai dengan harapan, Purbaya meyakini capaian pada kuartal IV/2025 tersebut merupakan pertanda dari pembalikan arah ekonomi.
"Yang penting arah ekonomi sudah membalik, sekarang sudah 5,39%. Itu tertinggi dalam beberapa tahun terakhir untuk kuartal IV. Jadi lumayan, ada sinyal pembalikan ekonomi," katanya, Kamis (5/2/2026).
Purbaya menuturkan dirinya selaku menteri keuangan akan lebih aktif mengawasi kementerian dan lembaga (K/L) sehingga belanja dari setiap K/L dimaksud benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi perekonomian.
Tak hanya itu, dia juga akan berupaya mengatasi hambatan pada dunia usaha melalui kelompok kerja (pokja) debottlenecking pada Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
"Kami pastikan mesin fiskal berjalan dan daya beli masyarakat membaik. Untuk fiskal, saya belanjakan tepat waktu di awal tahun. Kami monitor belanja K/L. Saya pastikan uang di sistem cukup, bekerja sama dengan bank sentral untuk memastikan masyarakat bisa belanja," ujarnya.
Purbaya pun optimistis perekonomian Indonesia berpeluang untuk tumbuh lebih tinggi dari asumsi pertumbuhan pada APBN 2026 sebesar 5,4%.
"Saya ingin mendorong kalau bisa ke arah 6%. Ini perlu kerja yang lebih keras lagi, dan peluangnya masih terbuka. Jadi Anda enggak usah khawatir. Pembalikan ekonomi di kuartal IV/2025 dipicu oleh injeksi uang ke sistem. Walau habis itu hilang, optimismenya masih ada," tuturnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi pada 2025 hanya sebesar 5,11%. Capaian ini didukung oleh pertumbuhan konsumsi yang bertumbuh sebesar 5,11%, PMTB yang bertumbuh sebesar 6,12%, dan ekspor yang bertumbuh sebesar 3,25%. (rig)
