JAKARTA, DDTCNews - Kegiatan collaborative discussion bagi para peserta magang DDTC kembali digelar. Pada edisi April 2026 ini, sebanyak 11 intern yang tergabung dalam DDTC Executive Internship Program diajak bertukar pikiran mengenai isu self-development yang relevan dengan lingkungan pekerjaan.
Melalui topik diskusi Problem Solving: The Foundation of Effective Thinking and Decision Making, para intern diajak memahami proses penyelesaian masalah, termasuk teknik dalam melihat tantangan serta strategi dalam meghadapinya. Head of Human Capital DDTC Adinda Nur Larasati menyampaikan bahwa kemampuan analitik setiap profesional dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah penting untuk dimiliki.
"Problem solving merupakan kompetensi yang krusial karena masalah akan selalu ada di dunia kerja. Kemampuan ini berperan dalam menentukan kualitas pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi kerja, mendorong inovasi, serta membantu individu beradaptasi dengan perubahan," ujar Adinda dalam paparannya di hadapan peserta magang, Senin (27/4/2026).
Dalam acara ini, peserta magang juga diperkenalkan dengan proses problem solving yang meliputi identifikasi masalah, analisis akar penyebab, pengembangan alternatif solusi, pemilihan solusi terbaik, hingga evaluasi hasil. Adapun teknik yang dibahas yaitu Fishbone Diagram untuk memetakan kemungkinan penyebab masalah secara komprehensif, serta 5 Whys Root Cause Analysis untuk menggali akar permasalahan secara lebih mendalam.
Selain itu, tim Human Capital DDTC juga menjelaskan beberapa tantangan yang umum dihadapi dalam problem solving. Di antaranya, kecenderungan mengambil kesimpulan secara terlalu cepat tanpa memahami akar masalah, terjebak pada pola pikir atau pengalaman lama (mental set), keterbatasan informasi atau data, rasa takut salah atau kurang percaya diri dalam menyampaikan ide, serta kecenderungan langsung fokus pada satu solusi tanpa mempertimbangkan alternatif lain yang mungkin lebih efektif.
Setelah sesi materi, peserta melakukan self-reflection dengan menjawab beberapa pertanyaan panduan, seperti bagaimana cara mereka biasanya merespons masalah, hambatan yang sering dihadapi dalam menyelesaikan masalah, serta mencoba mengaitkan pengalaman pribadi dengan pendekatan 5 Whys untuk memahami apakah akar permasalahan yang selama ini dihadapi sudah benar teridentifikasi.

Dari proses refleksi tersebut, peserta menyampaikan bahwa mereka menjadi lebih menyadari pola berpikir masing-masing dalam menghadapi masalah, serta memahami pentingnya menggali akar penyebab sebelum menentukan solusi.
Melalui kegiatan ini, Adinda menambahkan, para intern diharapkan dapat makin memahami pentingnya problem solving sebagai kompetensi dasar, serta mampu menerapkannya dalam mendukung kinerja dan pengambilan keputusan yang lebih efektif ke depannya.
Kegiatan collaborative discussion hari ini direspons baik oleh peserta magang DDTC. Angelica Rosdiana misalnya, seorang intern dari Prodi Akuntansi Universitas Gadjah Mada ini memandang sejatinya setiap orang punya mekanismenya sendiri-sendiri dalam menghadapi permasalahan. Begitu pula, ujarnya, dengan cara mereka menyelesaikannya.
Karena itu, Angelica meyakini setiap profesional tidak bisa hanya berfokus pada mencari ‘solusi’ secara instan, tetapi juga perlu memahami bahwa setiap masalah membutuhkan proses untuk diselesaikan dengan baik.
"Terkadang, pemikiran yang terlalu singkat justru belum mampu menghasilkan problem solving yang maksimal. Melalui collaborative discussion ini, saya belajar bahwa waktu, sudut pandang, dan proses yang dijalani bersamaan dapat membantu menemukan penyelesaian yang lebih tepat," katanya.
Senada, Cinta Della Ayu, seorang intern dari Prodi Perpajakan Universitas Brawijaya juga menyambut baik acara hari ini. Menurut Cinta, collaboration discussion hari ini mengajarkan bahwa setiap orang punya perjalanannya sendiri dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.
"Namun, apapun masalah yang sedang diselesaikan, pastikan bahwa problem solving yang dipilih merupakan pilihan yang sudah dipertimbangkan dengan yakin atas pro dan kontra yang masih bisa ditoleransi ke depannya, agar tidak menjadi penyebab masalah berikutnya," katanya.
Sebagai informasi, Collaborative Discussion merupakan agenda rutin yang khusus digelar untuk seluruh peserta magang di DDTC. Program pemagangan di DDTC memberikan beberapa keuntungan bagi para pesertanya, seperti remunerasi di atas rata-rata, fasilitas serupa dengan karyawan tetap, pekerjaan yang menantang dan analitis, peluang belajar langsung dari para ahli, dan akses pada perpustakaan pajak terlengkap.
Peserta DDTC Executive Internship Program juga mendapat golden ticket untuk menjadi profesional DDTC. Selama masa magang, peserta juga berpeluang berpartisipasi mengikuti berbagai kursus di DDTC Academy dan mendapat sertifikat. Peserta juga mendapat akses ke Perpajakan DDTC. (sap)
