KEBIJAKAN PEMERINTAH

Antisipasi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Diversifikasi Impor LPG

Muhamad Wildan
Minggu, 15 Maret 2026 | 12.00 WIB
Antisipasi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Diversifikasi Impor LPG
<p>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Kementerian ESDM berupaya untuk meningkatkan impor LPG dari negara selain Timur Tengah.

Langkah ini ditempuh dalam rangka mendiversifikasi negara asal impor LPG di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Dengan kondisi sekarang, yang di Timur Tengah kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk 2 kargo dari Australia, itu untuk LPG," katanya dikutip pada Minggu (15/3/2026).

Saat ini, kontribusi AS terhadap impor LPG oleh Indonesia mencapai 72% dari total impor, sedangkan negara-negara Timur Tengah hanya berkontribusi sebesar 20%.

Sebelum terjadinya konflik di Timur Tengah, 52% impor LPG Indonesia berasal dari AS, sedangkan 48% sisanya berasal dari negara-negara Timur Tengah.

Peningkatan impor dari negara-negara non Timur Tengah, utamanya AS dan Australia, diharapkan bisa mendukung upaya pemerintah dalam memastikan kebutuhan LPG nasional.

Untuk saat ini, cadangan LPG yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan konsumsi selama 15,66 hari. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya kelangkaan LPG ataupun komoditas energi lainnya menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Kami laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Bapak Ibu semua, cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG insyaallah aman," tutur Bahlil. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.