PMK 66/2023

Simak! Bingkisan Hari Raya Nyepi untuk Pegawai BIsa Bebas Pajak Natura

Nora Galuh Candra Asmarani
Kamis, 19 Maret 2026 | 13.00 WIB
Simak! Bingkisan Hari Raya Nyepi untuk Pegawai BIsa Bebas Pajak Natura
<p>Ilustrasi.&nbsp;Umat Hindu melakukan sembahyang pada rangkaian Upacara Mecaru di Pura Giripati Mulawarman, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (18/3/2026). ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/rwa.</p>

JAKARTA, DDTCNews – Perusahaan kerap memberikan bingkisan atau hampers untuk pegawainya di momentum hari raya keagamaan, termasuk Nyepi dan Idulfitri. Meski termasuk bentuk natura, bingkisan tersebut tidak serta merta menjadi objek pajak.

Pemberian bingkisan tersebut tidak dikenakan pajak sepanjang diterima atau diperoleh seluruh pegawai. Hal ini sebagaimana diatur dalam Lampiran A angka 1 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 66/2023.

“Bingkisan dari pemberi kerja antara lain berbentuk bahan makanan, bahan minuman, makanan dan/atau minuman dalam rangka hari besar keagamaan Hari Raya Idulfitri, Hart Raya Natal, Hart Suci Nyepi, Hari Raya Waisak, atau Tahun Baru Imlek [dengan] batasan diterima atau diperoleh seluruh pegawai,” demikian bunyi penggalan lampiran A angka 1 PMK 66/2023, dikutip pada Kamis (19/3/2026).

Namun, apabila pemberi kerja memberikan bingkisan hanya kepada pegawai yang merayakan Nyepi atau Idulfitri maka bingkisan tersebut berpotensi menjadi objek pajak natura.

Untuk menentukan apakah bingkisan yang diberikan kepada pegawai tertentu tersebut termasuk objek pajak atau bukan maka perlu mengacu pada jenis dan/atau batasan pada lampiran A angka 2 PMK 66/2023.

Sebagaimana diatur dalam Lampiran A angka 2 PMK 66/2023, bingkisan yang diberikan selain dalam rangka hari raya keagamaan dikecualikan dari objek pajak apabila secara keseluruhan tidak lebih dari Rp3 juta untuk tiap pegawai dalam jangka waktu 1 tahun.

Hal ini berarti bingkisan tersebut tidak termasuk objek pajak bagi penerima sepanjang akumulasi nilai bingkisan yang sudah diterima pegawai yang bersangkutan tidak melebihi Rp3 juta dalam jangka waktu 1 tahun.

Apabila akumulasi nilai bingkisan melebihi Rp3 juta maka atas selisih lebihnya akan menjadi objek pajak. Perincian contoh pengenaan pajak atas selisih lebih nilai bingkisan tercantum dalam Lampiran PMK 66/2023.

Sebagai informasi, pemerintah mengenakan pajak penghasilan (PPh) atas penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan.

Pengenaan PPh atas natura dan/atau kenikmatan tersebut diberlakukan berdasarkan undang-undang PPh, Peraturan Pemerintah 55/2022, dan PMK 66/2023. Namun demikian, tidak berarti semua bentuk natura dan/atau kenikmatan dikenakan pajak.

Sebab, pemerintah telah mengatur sejumlah natura dan/atau kenikmatan yang dikecualikan dari pengenaan PPh. Pengecualian tersebut di antaranya diberikan atas bingkisan dari pemberi kerja dalam rangka hari besar keagamaan sepanjang diberikan kepada seluruh pegawai. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.