TASHKENT, DDTCNews - Pemerintah Uzbekistan memutuskan untuk membebaskan PPh orang pribadi bagi pemain sepak bola yang berpartisipasi dalam Liga Super Uzbekistan dan Liga Pro Uzbekistan.
Pembebasan PPh orang pribadi untuk pemain sepak bola diberikan selama 3 tahun. Fasilitas pajak tersebut diberikan untuk menarik lebih banyak pemain berkualitas masuk ke klub sepak bola.
"Para pemain sepak bola akan dibebaskan dari PPh orang pribadi mulai 1 April 2026 hingga 1 April 2029," bunyi keputusan yang diterbitkan oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, dikutip pada Minggu (29/3/2026).
Keputusan presiden (keppres) ini terbit untuk menguraikan mekanisme baru dalam pembiayaan olahraga. Melalui penerbitan keppres tersebut, pemerintah berupaya memperkuat pengembangan sepak bola dan olahraga lainnya di seluruh negeri.
Tidak hanya membebaskan PPh orang pribadi untuk pemain, pemerintah juga memberikan fasilitas pajak untuk klub sepakbola. Dalam keppres disebutkan tarif social tax untuk klub telah dipangkas menjadi hanya 1%.
Fasilitas pajak ini akan secara signifikan meringankan beban keuangan klub sehingga memungkinkan mereka merekrut pemain baru, meningkatkan infrastruktur, serta fokus pada pengembangan klub secara keseluruhan.
Dilansir kun.uz, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan keuangan yang substansial kepada klub-klub liga super. Setiap klub akan menerima UZS35 miliar atau Rp48,6 miliar pada 2026 sehingga totalnya mencapai UZS560 miliar atau Rp778,9 miliar untuk seluruh 16 tim.
Pendanaan ini akan secara bertahap berkurang menjadi UZS30 miliar atau Rp41,7 miliar per klub pada 2027 dan UZS25 miliar atau Rp38,9 miliar pada 2028.
Sebagai bagian dari reformasi, sebuah dana lembaga baru telah dibentuk di bawah Kementerian Olahraga, yakni Sports Initiatives Support Fund, yang dibiayai melalui APBN dan sumber lainnya. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan dana senilai UZS700 miliar atau Rp973,6 miliar untuk lembaga tersebut dari APBN. (dik)
